Kakanwil Bea Cukai Menyapa Pegawai Via Zoom
Balikpapan (23/4) – Di tengah wabah pandemi Covid-19 ini acara kumpul yang melibatkan banyak orang pasti dilarang. Hal ini guna mencegah penularan virus dari satu orang ke orang lainnya. Melalui aplikasi Zoom Kamis, 23 April 2020 Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalbagtim, Rusman Hadi, beserta para Kepala Bidang menyapa pegawai Balikpapan. Kepala Kantor Bea Cukai Balikpapan, Firman Sane Hanafiah, para pejabat eselon IV, pejabat eselon V serta pelaksana ikut serta pada acara ini. Dalam pembukaannya, Rusman Hadi mengucapkan permohonan maaf apabila selama ini berbuat salah karena besok (Jumat) akan memasuki bulan puasa.
Rusman Hadi juga menyampaikan pesan dari Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, agar tiap pegawai senantiasa menjaga kesehatan di tengah pandemi covid-19. Jangan sampai ada pegawai Bea Cukai yang ikut terkena wabah covid-19 ini. Selain itu Rusman juga mengingatkan kepada semua pegawai agar melaksanakan SE-15/MK.01/2020 tentang Pelaksanaan Work From Home (WFH) dan Pembatasan Bepergian ke Luar Negeri/Kota serta Cuti Dalam Rangka Pencegahan Covid-19. “Bukan hanya anda saja yang tidak bisa pulang ke rumah untuk bertemu keluarga, tetapi saya juga demikian, untuk itu saya mengajak semua pegawai untuk mengikuti dan mematuhi aturan yang telah dibuat,” tegas Rusman.
Lebih lanjut Rusman juga menyinggung Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai serta Perpajakan atas Impor Barang untuk Keperluan Pandemi Covid-19, menjadi landasan yang kuat bagi Bea Cukai untuk melaksanakan tugasnya di lapangan.
Beberapa Kepala Bidang menyampaikan evaluasi pekerjaan yang telah dilaksanakan Bea Cukai Balikpapan, yaitu Pengawasan Kepatuhan Pelaksanaan Tugas (PKPT) tentang BC.23 yang dilaksanakan oleh Seksi Kepatuhan Internal, Survei Kepuasan Pengguna Jasa (SKPJ) akan dilaksanakan pada bulan September 2020. Dibutuhkan peran serta aktif dari Seksi Kepatuhan Internal dan Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi agar mendapatkan nilai bagus, yang menggembirakan adalah penerimaan cukai mencapai 23 juta walaupun tidak ada target cukai.