Bea Cukai Kudus Gempur Habis 1,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jepara

Tak henti-hentinya Bea Cukai Kudus dalam meningkatkan pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya penindakan terhadap 1,2 juta batang rokok ilegal di Jepara. Sebanyak 11 bangunan yang digunakan untuk kegiatan penimbunan dan pengemasan rokok ilegal (nyontong) berhasil ditindak. Penindakan ini berkat informasi yang didapatkan dari masyarakat.

Pada Kamis (04/07), jam 13.15 s.d. 16.00 WIB tim melakukan penindakan di Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. “Di Desa Robayan, kami menindak sembilan bangunan yang diduga sebagai tempat penimbunan dan pengemasan rokok ilegal. Dari penindakan ini, kami mengamankan barang hasil penindakan berupa rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebanyak 780.720 batang, lima buah alat pemanas dan 15 roll Cigarette Typing Paper (CTP).”, jelas Iman Prayitno, Kepala Kantor Bea Cukai Kudus.

Selang beberapa hari tepatnya Selasa (09/07), Bea Cukai Kudus kembali melakukan penindakan terhadap dua bangunan ke Desa Brantak Sekartaji, Kecamatan Welahan, Jepara. Dari hasil pemeriksaan di bangunan pertama, tim mengamankan satu buah alat pemanas, 177.000 batang rokok ilegal yang terdiri dari jenis SKM siap edar yang dilekati pita cukai diduga palsu, SKM siap edar tanpa dilekati pita cukai, dan rokok yang masih dalam bentuk batangan. “Saat dilakukan pemeriksaan pada bangunan kedua, tim menemukan adanya aktivitas pengepakan rokok ilegal jenis SKM yang dilakukan oleh sejumlah warga.”, lanjut Iman. Dari bangunan kedua tersebut, Bea Cukai Kudus mengamankan tiga buah alat pemanas dan rokok ilegal jenis SKM sebanyak 495.600 batang.

Dari penindakan di sebelas bangunan ini berhasil diamankan total 1,2 juta batang rokok ilegal dengan perkiraan nilai sebesar Rp912.568.800. Penindakan yang telah dilakukan Bea Cukai Kudus ini telah berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp620.505.001. Selanjutnya barang hasil penindakan dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk dilakukan pengamanan dan diproses lebih lanjut. Sementara untuk identitas pelaku atau pemilik rokok ilegal sedang dalam penelitian.