PENGUMUMAN !
Tutup
Pengecekan Status Barang Kiriman:

Sehubungan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-02/BC/2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Impor Barang Kiriman yang sudah berlaku di :

1.   Jakarta (melalui Halim) mulai berlaku tgl 28 Januari 2017;

2.   Semarang mulai berlaku tgl 16 Februari 2017;

3.   Ngurah Rai dan Kuala Namu mulai berlaku tgl 23 Maret 2017;

4.   Juanda, Bandung, dan Balikpapan mulai berlaku tgl 06 April 2017;

5.   Jakarta (melalui KPU Soekarno-Hatta dan Pos Pasar Baru) mulai berlaku tgl 27 April 2017;

Maka saat ini pemilik barang dapat melakukan pengecekan status barang kiriman melalui website dengan menggunakan tautan http://www.beacukai.go.id/barangkiriman.html

Petunjuk tracking pada aplikasi barang kiriman tersebut di atas, sebagai berikut :

1.   Silakan pilih ekspedisi yang digunakan baik itu POS/PJT;

2.   Masukan nomor resi/AWB paket kirimannya, khusus utk paket UPS menggunakan no AWB bukan nomor resinya;

3.   Klik submit maka informasi status paket kiriman akan muncul;

4.   Jika ada tagihan tidak wajar dari pihak-pihak yg mengatasnamakan Beacukai jangan percaya, karena dengan tracking tersebut secara transparan dishare untuk publik atas billing yang disetorkan ke kas negara.

Ketentuan mengenai besaran tarif :

1.   Untuk barang kiriman dengan nilai USD 100 < FOB < USD 1500 berlaku tarif pembebanan tunggal sebesar Bea Masuk 7.5%;

2.   Untuk tarif PPN sebesar 10% dan tarif PPh yang memiliki NPWP sebesar 10% (dengan atau tanpa menggunakan API (Angka Pengenal Impor)  sesuai Pasal 2 ayat 1 PMK 34/PMK.010/2017.

3.   Bagi yang tidak memiliki NPWP maka akan dikenakan tarif PPh sebesar 100% lebih besar dari tarif normal;

4.   Untuk klaim PPh tarif normal kami sarankan untuk menyampaikan informasi kepada pengirim barang bisa berupa foto NPWP saudara untuk disertakan dalam barang kiriman tersebut,


 

#beacukai makin baik

Info lebih lanjut:

  Layanan Informasi 24/7 dan Layanan Dwi Bahasa Contact Center  Bravo Bea Cukai 1500225

  Email: info@customs.go.id

   Facebook : Bravo Beacukai

   Twitter : @bravobeacukai

BEA CUKAI SIDOARJO DORONG IKM TAS KOPER TANGGULANGIN UNTUK MENINGKATKAN EKSPOR
SIDOARJO – Tanggulangin sudah lama dikenal sebagai pusat industri tas dan koper. Walaupun beberapa toko dan perajin di kawasan Tanggulangin saat ini tampak sudah tutup dan ada beberapa yang sudah berubah fungsi, namun tas dan koper Tanggulangin masih sangat dikenal.

SIDOARJO – Tanggulangin sudah lama dikenal sebagai pusat industri tas dan koper. Walaupun beberapa toko dan perajin di kawasan Tanggulangin saat ini tampak sudah tutup dan ada beberapa yang sudah berubah fungsi, namun tas dan koper Tanggulangin masih sangat dikenal.

Masuknya tas impor dan beredarnya tas produksi massal yang harganya lebih murah, membuat tas dan koper Tanggulangin kehilangan peminatnya. Tragedi semburan lumpur Lapindo disebut-sebut juga mempengaruhi perekonomian di sekitar Tanggulangin. Ditambah lagi semakin berkembangnya budaya belanja online menjadikan kawasan wisata belanja Tanggulangin semakin kehilangan pamornya.

Namun dibalik sepinya pengunjung di deretan toko di sepanjang jalan raya Kludan kawasan Tanggulangin, ternyata pesanan tas dari luar kota hingga luar negeri masih terus mengalir, bahkan cenderung bertambah jumlahnya. Melihat fenomena ini, Bea Cukai Sidoarjo perlu memberikan dukungan dan asistensi demi berkembangnya para perajin di Tanggulangin.

Melalui fasilitas Kemudahan Impor untuk Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah atau dikenal sebagai KITE-IKM yang diberikan Bea Cukai, para perajin yang melakukan ekspor akan mendapatkan kemudahan dalam importasi bahan baku. “Bagi para perajin  yang melakukan ekspor akan mendapatkan kemudahan berupa pembebasan bea masuk dan tidak dipungut PPN dan PPh Impor,” jelas Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai, Moh. Adhar dalam acara sosialisasi tentang KITE-IKM di Pendopo balai Desa Kedensari Tanggulangin (10/5).

Adhar juga menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dapat diberikan kepada IKM maupun Konsorsium IKM seperti koperasi, badan usaha yang merupakan gabungan dari IKM atau menunjuk salah satu IKM menjadi sebagai koordinator. Selanjutnya, dalam rangka pemberian fasilitas tersebut, Bea Cukai Sidoarjo akan memberikan dukungan dan pendampingan  kepada IKM Tanggulangin yang telah siap ekspansi ke pasar internasional.

Menurut ketua Koperasi Industri Tas Koper (INTAKO) Ainur Rofiq, jumlah perajin tas dan koper skala kecil dan menengah yang ada di Tanggulangin berjumlah hampir 300 perusahaan yang sebagian besar tergabung dalam Koperasi INTAKO. “Dari jumlah tersebut, sekitar 20 perusahaan sudah melakukan ekspor ke mancanegara, baik melalui pembelian langsung maupun pengiriman melalui ekspedisi,” terangnya.

 
 
Link
>Organisasi Internasional
>Customs Administration
>Kelembagaan
>Kementerian Keuangan
>Official Website Kantor Pelayanan
Aplikasi dan Layanan
>Portal Pengguna Jasa
>Registrasi Kepabeanan
>Registrasi PPJK
>Direktori Peraturan
>Browse Tarif Bea Masuk
>Browse Kurs
>Layanan Informasi
>Pengaduan Masyarakat
>Intranet Bea Cukai
>Office Automation
Media Center
>Berita
>Download
>Pengumuman
>Polling
>Galeri Foto
>Galeri Kegiatan
>Galeri Video
>Statistik Kepabeanan
>Pojok BeCe
Website
>Tentang Website
>Sitemap
>Disclaimer
>Term Of Use
>Privacy Statement
Newsletters