PENGUMUMAN !
Tutup
PENGUMUMAN: KEWAJIBAN MELAKUKAN UPDATE PATCHING MODUL PEB Versi 6.0.3
Sehubungan dengan upaya peningkatan kualitas data ekspor (PEB), maka diharapkan kepada semua pengguna jasa (eksportir/PPJK ekspor) untuk melakukan update patching modul PEB versi 6.0.3 secepatnya.

Batas waktu akhir menggunakan modul PEB versi sebelum 6.0.3 adalah sampai dengan tanggal 06 Mei 2018. Pengiriman data PEB setelah tanggal tersebut harus sudah menggunakan modul PEB versi 6.0.3, jika tidak maka akan mendapatkan respon penolakan (reject) otomatis oleh Aplikasi CEISA Ekspor.

Beberapa Fitur baru di dalam Modul PEB versi 6.0.3, adalah sebagai berikut:

  1. Validasi kebenaran pengisian kode Pelabuhan Tujuan, wajib memilih dari daftar kode yang disediakan (kolom 22)
  2. Validasi kebenaran pengisian Negara Tujuan Ekspor (kolom 23)
  3. Konfirmasi cek kebenaran pencantuman kode Valuta (kolom 32)
  4. Konfirmasi cek kebenaran pengisian nilai FOB (kolom 33)
  5. Konfirmasi cek pengisian nilai maklon jika diisikan 0 (kolom 36)
  6. Cek kebenaran isian format container untuk jumlah container 1-3 (kolom 37)
  7. Validasi kebenaran pengisian kode Daerah Asal Barang , wajib memilih dari daftar kode yang disediakan (kolom detil barang)

Pertanyaan terkait tata cara pengisian modul PEB versi 6.0.3, anda dapat menghubungi :

  • Bravo Contact Center: 1500225
  • Petugas Seksi PDAD pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai terdekat

 

Unduh file Pacth PEB 603

Bea Cukai dan BNNP Jatim Gagalkan Upaya Peredaran 7.300 gram Sabu
Surabaya (12/01/2018) – Bea Cukai bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) menggagalkan upaya penyelundupan psikotropika jenis methamphetamine (sabu-sabu) seberat kurang lebih 7.300 (tujuh ribu tiga ratus) gram yang berasal dari luar negeri dan dibawa melalui melalui jalur laut via Terminal Pelabuhan Penumpang Tanjung Perak untuk dimasukkan ke Surabaya, Jawa Timur dan sekitarnya.

Surabaya (12/01/2018) – Bea Cukai bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) menggagalkan upaya penyelundupan psikotropika jenis methamphetamine (sabu-sabu) seberat kurang lebih 7.300 (tujuh ribu tiga ratus) gram yang berasal dari luar negeri dan dibawa melalui melalui jalur laut via Terminal Pelabuhan Penumpang Tanjung Perak untuk dimasukkan ke Surabaya, Jawa Timur dan sekitarnya.

Penindakan ini merupakan aksi nyata Bea Cukai dan BNNP Jatim dalam upaya memberantas peredaran narkotika, psikotropika, dan prekursor ilegal di Indonesia guna melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan secara ilegal. “BNN dalam pemberatasan peredaran narkoba bekerja sama dengan Bea Cukai, TNI, dan instansi lainnya. Jadi jangan sekali-kali menantang kami untuk memberantas narkoba. Kalaupun masih berani, silakan coba saja” ujar Kepala BNN, Budi Waseso pada konferensi pers Penggagalan Upaya Peredaran Gelap Psikotropika Jenis Methamphetamine seberat 7.300 gram di Auditorium Kantor Bea Cukai Tanjung Perak, pada Kamis (11/01).

Direktur Penindakan dan Penyidikan (Dit. P2) Bea Cukai, Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta menjelaskan bahwa awalnya barang haram ini dibawa oleh salah seorang ABK MV. Selasih dengan inisial ARW dari Malaysia menuju Indonesia melalui jalur laut. Kapal MV Selasih saat itu diketahui sedang dalam perjalanan dari Port Klang, Malaysia menuju pelabuhan Banjarmasin. Akan tetapi sesampainya di pelabuhan Banjarmasin, petugas dari tim gabungan Bea Cukai dan BNNP memutuskan untuk tidak melakukan penindakan.

“Berdasarkan informasi dari Dit. P2, pengendali jaringan tersebut akan berangkat dari Banjarmasin ke Surabaya menggunakan pesawat udara, sedang kurir yang membawa barang haram tersebut menggunakan kapal feri Niki Sejahtera. Sesampainya di pelabuhan Tanjung Perak, kurir yang berinisial ZN dan RHM dijemput oleh seseorang berinisial HSN dengan menggunakan kendaraan roda empat. Adapun pengendali operasi yang berinisial HMD dan IB menunggu dan mengawasi proses penjemputan tersebut di dalam kendaraan bermotor roda empat lainnya. Petugas melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut dan berhasil melumpuhkan pelaku di Jalan Kalimas Surabaya,” jelas Wijayanta.

Pelaku diduga melanggar Pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 jo. Pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Atas upaya penggagalan penyelundupan ini jumlah jiwa yang telah diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika ilegal diperkirakan mencapai 29.200 jiwa.

 

 

 
 
Link
>Organisasi Internasional
>Customs Administration
>Kelembagaan
>Kementerian Keuangan
>Official Website Kantor Pelayanan
Aplikasi dan Layanan
>Portal Pengguna Jasa
>Registrasi Kepabeanan
>Registrasi PPJK
>Direktori Peraturan
>Browse Tarif Bea Masuk
>Browse Kurs
>Layanan Informasi
>Pengaduan Masyarakat
>Intranet Bea Cukai
>Office Automation
Media Center
>Berita
>Pengumuman
>Download
>Polling
>Galeri Kegiatan
>Galeri Foto
>Galeri Video
>Statistik Kepabeanan
>Pojok BeCe
Website
>Tentang Website
>Sitemap
>Disclaimer
>Term Of Use
>Privacy Statement
Newsletters