PENGUMUMAN !
Tutup
PENGUMUMAN
 

SURVEY KEPUASAN LAYANAN BRAVO BEA CUKAI 1500225

 

Sebagai wujud upaya peningkatan kualitas layanan, dimohon dengan hormat untuk meluangkan waktu mengisi Survei Kepuasan Layanan Contact Center Bravo Bea Cukai 1500225. Partisipasi anda sangat diharapkan sebagai masukan, kritik, dan saran agar kami tetap dapat menjaga komitmen untuk selalu memberikan layanan bea cukai makin baik.

Survey dapat diisi di link di bawah ini, Terimakasih.

Klik Disini untuk masuk ke Halaman Survey

 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kepada Para Pengguna Jasa Kepabeanan dan Cukai khususnya Barang Kiriman

Bahwa dalam rangka meningkatkan kecepatan pelayanan dalam proses pemeriksaan pabean barang kiriman diimbau kepada pengguna jasa (penerima barang) untuk dapat mengirimkan kelengkapan data/dokumen sebagai berikut:

a.       Bukti bayar pembelian barang yang tervalidasi (telegraphic transfer/TT) antara lain: Bukti tagihan kartu kredit, Bukti transfer bank, Paypal, Western Union, atau bukti pembayaran lain yang sah (valid).

b.       Invoiceasli

c.       Copy link penjualan (website)

d.       NPWP atas nama penerima barang jika ada

e.       Dokumen pemenuhan ketentuan perizinan impor dari instansi atau Kementerian/Lembaga terkait, contohnya: Izin dari Kementerian Perdagangan, SKI BPOM, Izin alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan, dan SNI

Jika barang termasuk barang larangan dan/atau pembatasan

 

Kelengkapan data/dokumen tersebut dapat dikirimkan melalui e-mail

 

ems.soetta@posindonesia.co.id

Untuk barang kiriman yang penyelesaian kepabeanan dilakukan di Kantor Tukar Pos Udara Soekarno Hatta (Bea Cukai Soekarno Hatta)

bcpasarbaru@gmail.com

Untuk barang kiriman yang penyelesaian kepabeanan dilakukan di Kantor Pos Pasar Baru (Bea Cukai Pasar Baru)

posbcjuanda@gmail.com

Untuk barang kiriman yang penyelesaian kepabeanan dilakukan di Pos MPC Surabaya (Bea Cukai Juanda)

ngurahraicustoms@gmail.com / 800posint@posindonesia.co.id

Untuk barang kiriman yang penyelesaian kepabeanan dilakukan di Kantor Pos Denpasar (Bea Cukai Ngurah Rai)

bcpostemas@gmail.com

Untuk barang kiriman yang penyelesaian kepabeanan dilakukan di Pos Semarang (Bea Cukai Tanjung Emas)

hanggarposbcbandung@gmail.com

Untuk barang kiriman yang penyelesaian kepabean dilakukan di Mail Processing Center 40400 (Bea Cukai Bandung)

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center Bravo Bea Cukai 1500225 | e-mail : info@customs.go.id | Twitter/Facebook : @bravobeacukai

 


Diberitahukan kepada Pengguna Jasa (khususnya impor barang kiriman) dalam impor barang kiriman akan menggunakan fasilitas SKB PPh Pasal 22 Impor maka untuk pengeluaran barang kiriman dari kawasan pabean atau TPS dapat menggunakan pemberitahuan pabean berupa PIB (dalam hal penerima barang merupakan badan usaha) atau PIBK (dalam hal penerima barang bukan merupakan badan usaha)

 

BANTU INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH MILIKI DAYA SAING IMPOR, BEA CUKAI SOSIALISASIKAN OPTIMALISASI KITE-IKM
JAKARTA (12/10) - Sebagai salah satu fasilitas kepabeanan yang diberikan Bea Cukai untuk pelaku usaha, Kemudahan Impor Tujuan Ekspor bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (KITE-IKM) diharapkan dapat menjawab tantangan ekspor secara global. KITE merupakan jawaban bagi para pelaku IKM dalam menekan biaya produksi sehingga keuntungan dan daya saing dapat meningkat yang pada akhirnya bisa menstimulus para pelaku IKM untuk melakukan ekspor dan meningkatkan devisa negara.

JAKARTA (12/10) - Sebagai salah satu fasilitas kepabeanan yang diberikan Bea Cukai untuk pelaku usaha, Kemudahan Impor Tujuan Ekspor bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (KITE-IKM) diharapkan dapat menjawab tantangan ekspor secara global. KITE merupakan jawaban bagi para pelaku IKM dalam menekan biaya produksi sehingga keuntungan dan daya saing dapat meningkat yang pada akhirnya bisa menstimulus para pelaku IKM untuk melakukan ekspor dan meningkatkan devisa negara.



Pada Jakarta International Logistics and Supplies Expo (JILSE) Forum 2017, Bea Cukai mensosialisasikan hal tersebut sekaligus mendiskusikan secara langsung tantangan dan kesempatan yang dihadapi oleh para pelaku IKM. Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai, Robi Toni menjelaskan tujuan sosialisasi KITE-IKM ini. "Selain untuk memperluas penyebaran informasi dan transfer of knowledge tentang fasilitas industri yang dimiliki pemerintah, khususnya fasilitas KITE IKM, melalui forum ini kami bisa mendapatkan perkembangan informasi terkini mengenai hambatan (threat) dan kesempatan (opportunities) yang dihadapi IKM dalam melakukan atau meningkatkan ekspor. Juga untuk menyediakan kesempatan business matching antara pemerintah, IKM, pelaku usaha logistik, pelaku usaha manufaktur, konsultan, BUMN, lembaga keuangan, untuk menghadirkan produk dan solusi, berbagi pengalaman, dan jaringan. Terakhir forum ini bertujuan untuk mempertegas komitmen pemerintah dalam melakukan sinergi untuk mendukung industri nasional," jelasnya.

Fasilitas KITE-IKM dinilai memberikan berbagai dampak positif, seperti menurunkan biaya produksi, meningkatkan kapasitas dan utilitas produksi, penyerapan tenaga kerja, meningkatkan output dan keuntungan, juga daya saing.

Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian RI, yang bertugas sebagai keynote speaker sekaligus panelis dalam forum ini memberikan gambaran perkembangan IKM 2013 hingga 2016 dan harapannya akan KITE-IKM. "Jumlah unit usaha IKM meningkat pesat selama tiga tahun. Jika pada 2013 terdapat 3,43 juta IKM di Indonesia, maka pada 2016 jumlahnya meningkat menjadi 4,4 juta. Hal ini membanggakan, terlebih lagi di tahun 2016 ada 4,27% kontribusi IKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Masalah yang dihadapi IKM saat ini adalah modal, pemasaran, dan bahan baku, diharapkan dengan adanya program e-smart IKM, fasilitas KITE-IKM, dan fasilitas pembiayaan ekspor akan membantu menyelesaikan masalah yang ada," ujar Gati.

Di akhir pembicaaraan, ia menambahkan masukan terkait fasilitas KITE-IKM dan fasilitas pembiayaan ekspor, seperti membuat saluran impor dan ekspor bahan baku dan hasil produksi IKM yang lebih menyebar, antara lain melalui pendirian Pusat Logistik Berikat (PLB), pengaplikasian peran konsorsium pada sentra IKM, semakin dipermudahnya kepengurusan Izin Usaha Industri (IUI) kecil dan dokumen kelengkapan di semua daerah, dan perlu adanya struktur biaya dari masing-masing komoditi IKM.

 
 
Link
>Organisasi Internasional
>Customs Administration
>Kelembagaan
>Kementerian Keuangan
>Official Website Kantor Pelayanan
Aplikasi dan Layanan
>Portal Pengguna Jasa
>Registrasi Kepabeanan
>Registrasi PPJK
>Direktori Peraturan
>Browse Tarif Bea Masuk
>Browse Kurs
>Layanan Informasi
>Pengaduan Masyarakat
>Intranet Bea Cukai
>Office Automation
Media Center
>Berita
>Pengumuman
>Download
>Polling
>Galeri Kegiatan
>Galeri Foto
>Galeri Video
>Statistik Kepabeanan
>Pojok BeCe
Website
>Tentang Website
>Sitemap
>Disclaimer
>Term Of Use
>Privacy Statement
Newsletters