Tekan Peredaran Miras Ilegal, Bea Cukai Merauke Selenggarakan Focus Group Discussion Dengan Pengusaha Minuman Beralkohol

<<<

Merauke, Senin (19/08/2019) - Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau biasa dikenal dengan istilah MIRAS memiliki perlakuan yang berbeda dengan obyek cukai lainnya. MIRAS mulai dari proses pembuatannya sampai peredarannya diawasi oleh Bea dan Cukai, bahkan tidak hanya Bea dan Cukai saja yang melakukan pengawasan dan pengendalian peredarannya tetapi banyak institusi pemerintah yang melakukannya seperti Kementerian Perdagangan, Kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah dan Polisi Pamong Praja.

Pengguna Jasa yang dominan di wilayah kerja Bea dan Cukai Merauke adalah Pengusaha Barang Kena Cukai yang terdiri dari 3 (tiga) Pengusaha Penyalur Minuman Mengandung Etil Alkohol dan 14 (empat belas) Pengusaha Tempat Penjualan Eceran Minuman Mengandung Etil Alkohol.

Dalam rangka memberikan pemahaman terkait regulasi peredaran minuman beralkohol tidak hanya dari sudut pandang ketentuan Peraturan di bidang Cukai tetapi juga dari ketentuan peraturan lainnya khususnya Perdagangan dan Peraturan Daerah serta permasalahan yang terjadi dalam peredaran minuman beralkohol, pada Senin, 19 Agustus 2019, Bea dan Cukai Merauke mengadakan kegiatan Focus Group Discussion dengan tema Peredaran MMEA Dari Sudut Pandang Undang-Undang Cukai dengan mengundang Pengusaha Penyalur dan Pengusaha Tempat Penjualan Eceran MMEA.

Dalam sambutannya, Kepala Bea dan Cukai Merauke, Deny Sudrajat, meminta agar semua Pengusaha MMEA benar-benar memahami dan mematuhi regulasi peredaran minuman beralkohol tidak hanya dari ketentuan Peraturan di Bidang Cukai saja, tetapi juga peraturan yang dikeluarkan oleh institusi pemerintah lainnya sehingga kegiatan perdagangan minuman beralkohol yang mereka lakukan dapat berjalan dengan aman dan lancar.