Bea Cukai Sumbawa Musnahkan Barang Milik Negara Hasil Penindakan di Bidang Cukai

SUMBAWA (11/07/2019) – Bea Cukai Sumbawa gelar pemusnahan barang milik negara hasil penindakan di bidang cukai periode tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 pada Kamis (11/07) di Halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sumbawa. Barang-barang yang dimusnahkan berupa 119.560 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), 1068 batang Sigaret Kretek Tangan (SKT), 352 batang Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF), dan 23.860 gram Tembakau Iris (TIS) ilegal dengan nilai baranf Rp 126.865.000 dan estimasi nilai kerugian negara Rp 42.509.436.

“Kemungkinan masih beredar pasti ada, tapi kita juga akan terus berusaha.” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Sumbawa, Rudie Bayu Widjatnoko. Kegiatan pemusnahan barang milik negara ini menurutnya merupakan komitmen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada umumnya dan Bea Cukai Sumbawa pada khususnya untuk menekan peredaran barang-barang ilegal yang melanggar aturan di bidang kepabeanan dan cukai. “Dengan adanya penindakan terhadap barang kena cukai hasil tembakau tersebut di atas, diharapkan masyarakat tidak membeli rokok ilegal yang ada di peredaran dan jika mengetahui pelanggaran tersebut segera melaporkannya ke Kantor Bea Cukai terdekat. Hal ini dikarenakan hasil pungutan cukai merupakan salah satu unsur terbesar penerimaan negara selain pajak yang digunakan sepenuhnya untuk pembangunan,” tegasnya.

Di samping itu, ia juga berharap kepada pelaku usaha maupun masyarakat untuk tidak melakukan tindak penyelundupan dan/atau membeli barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi industri dalam negeri, melindungi masyarakat, dan mendongkrak penerimaan negara dari sektor cukai.

Hal ini sejalan dengan salah satu fungsi Bea Cukai sebagai community protector yaitu melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya ke Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga sebagai momentum untuk melakukan “Operasi Gempur Tahun 2019” dengan target tingkat rokok ilegal dapat turun menjadi 3% yang sebelumnya pada tahun 2018 tingkat peredaran rokok ilegal berada pada angka 7%, sehingga pada akhirnya diharapkan dengan adanya kegiatan pengawasan secara terus-menerus serta dukungan dari masyarakat, DJBC dapat menuju ke arah yang sesuai dengan slogan Bea Cukai Makin Baik.