PENGUMUMAN !
Tutup
PENERAPAN APLIKASI REGISTRASI KEPABEANAN BERDASARKAN PMK 59/PMK.04/2014
.

PENGUMUMAN

TENTANG

PENERAPAN APLIKASI REGISTRASI KEPABEANAN BERDASARKAN

PMK 59/PMK.04/2014

Sehubungan dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.04/2014 tanggal 25 Maret 2014 tentang Registrasi Kepabeanan dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-10/BC/2014 tanggal 30 Mei 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Registrasi Kepabeanan, bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Melalui Pengumuman Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Nomor PENG-02/BC.9/2014 tanggal 26 Mei 2014 tentang Tahapan Penerapan Aplikasi Registrasi Kepabeanan Terkait PMK 59/PMK.04/2014 disebutkan bahwa untuk menjamin kelancaran penerapan peraturan baru, disusun masa transisi menjadi 2 (dua) tahapan yaitu :

  • Tahap 1 selama 3 bulan (Juni, Juli dan Agustus 2014).
  • Tahap 2 mulai tanggal 1 September 2014 dan seterusnya.

2. Tahap 1 masa transisi penerapan aplikasi Registrasi Kepabeanan  berakhir pada tanggal 31 Agustus 2014. Untuk selanjutnya, mulai tanggal 01 September 2014, Pengguna Jasa yang akan mengajukan permohonan Registrasi Kepabeanan wajib menggunakan aplikasi baru dengan mengunggah salinan dokumen pada aplikasi tersebut.

3. Kepada seluruh Pengguna Jasa yang telah memiliki NIK/SP-NIK dinyatakan masih berlaku dan tidak diwajibkan untuk melakukan Registrasi Kepabeanan, sepanjang tidak terdapat perubahan data yang wajib diberitahukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.04/2014 tentang Registrasi Kepabeanan.

Silahkan download Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.04/2014 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-10/BC/2014.

Sosialisasi dan Campaign Dalam Rangka Rekrutmen Tenaga Perkapalan DJBC Tahun 2013 di STIMAR-AMI Jakarta
Sebagai institusi pemerintah yang berdiri pada garda terdepan lalu lintas ekspor dan impor, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki tugas dan fungsi yang sangat vital yang salah satunya adalah sebagai community protector yaitu mencegah dan mengawasi masuknya barang-barang yang dilarang atau dibatasi yang dapat menimbulkan efek negatif bagi keamanan masyarakat dan negara.

  

Salah satu kegiatan DJBC dalam rangka menjalankan fungsinya sebagai community protector yaitu pelaksanaan patroli laut secara rutin. Hal ini penting untuk dilaksanakan mengingat wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat luas berpotensi besar untuk menjadi pintu masuk barang-barang dari luar negeri secara ilegal. Untuk itu diperlukan penguatan armada laut DJBC.

  

Dalam rangka penguatan armada laut tersebut, DJBC bermaksud menambah Pangkalan Sarana Operasi (PSO) sebagai unit yang bertugas mengelola sarana patroli dan operasi yang dimiliki oleh DJBC. Penambahan PSO tersebut direncanakan berlokasi di Sorong, Papua Barat. Dengan demikian nantinya PSO Sorong akan menjadi PSO ke-5 setelah 4 (empat) PSO yang saat ini dimiliki oleh DJBC yang tesebar di beberapa lokasi, yaitu PSO Tanjung Balai Karimun, PSO Batam, PSO Tanjung Priok, dan PSO Pantoloan.

Untuk mengisi posisi pegawai pada PSO sebagai bagian dari armada laut DJBC, dibutuhkan SDM handal yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang pelayaran dan/atau perkapalan. Untuk itu, DJBC pada tahun anggaran 2013 ini berencana merekrut sedikitnya 500 (lima ratus) orang pegawai lulusan akademi pelayaran dan SMK pelayaran yang akan menduduki jabatan sebagai Nahkoda, Mualim, Juru Mudi, Kepala Kamar Mesin, Juru Motor, Juru Minyak, dan Kelasi.

  

Untuk mewujudkan hal tersebut, DJBC bekerja sama dengan Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Keuangan menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Sosialisasi dan Campaign Dalam Rangka Rekrutmen Tenaga Perkapalan DJBC Tahun 2013". Acara yang bertujuan untuk memperkenalkan tugas dan fungsi DJBC kepada mahasiswa dan lulusan Akademi dan SMK Pelayaran berikut ajakan untuk bergabung dan menjadi bagian dari keluarga besar DJBC ini akan digelar di 6 (enam) kota, dan ini merupakan pelaksanaan terakhir kegiatan tersebut yang diselenggarakan pada Kamis, 27 Juni 2013 tepatnya di STIMAR-AMI Jakarta dengan turut mengundang siswa dari beberapa sekolah pelayaran lainnya. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 450 orang siswa yang berlangsung dengan lancar dan terlihat para taruna maupun taruni sangat antusias ingin bergabung di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Adapun narasumber acara tersebut adalah pejabat dari Biro SDM Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Selesai acara ditempat itu juga, dilaksanakan press conference terhadap para rekan media baik cetak maupun elektronik tentang pelaksanaan kegiatan tersebut.

 
 
Link
>Organisasi Internasional
>Customs Administration
>Kelembagaan
>Kementerian Keuangan
>Official Website Kantor Pelayanan
Aplikasi dan Layanan
>Portal Pengguna Jasa
>Registrasi Kepabeanan
>Registrasi PPJK
>Direktori Peraturan
>Browse Tarif Bea Masuk
>Browse Kurs
>Layanan Informasi
>Pengaduan Masyarakat
>Intranet Bea Cukai
>Office Automation
Media Center
>Berita
>Download
>Pengumuman
>Polling
>Galeri Foto
>Galeri Kegiatan
>Galeri Video
>Statistik Kepabeanan
>Pojok BeCe
Website
>Tentang Website
>Sitemap
>Disclaimer
>Term Of Use
>Privacy Statement
Newsletters